Masih belum lepas dari benak kita teriakan   yang penuh semangat dari siswa-siswa SMATOR Kec. Torjun Kab. Sampang-Madura. Slogan-slogan serta sambutan yang penuh senyum  dari semua pihak ketika tim penilai Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional datang di sekolah yang ramah lingkungan pada  hari Kamis, 28 April 2011 lalu. Tarian serta alunan musik tradisonal selalu mengiringi langkah tim penilai memasuki pintu gerbang SMATOR. Tanaman hijau serta  bunga yang sedang mekar  membuatnya terpesona seakan-akan tak mau melangkahkan kakinya menuju taman sekolah.  Keramahan guru dan siswa SMATOR selalu membuat hati tim penilai menjadi sejuk, sesejuk rindangnya tanaman di Taman Belajar.  Amazing and Surprising   selalu  mengiringi  tatapan wajahnya disaat melihat kesuburan dan keindahan tanaman di SMATOR yang daerahnya gersang dan kering. Why can it be ……?  begitulah perasaan semua orang yang  menginjak kakinya di SMATOR.Al-hasil, Kerja keras serta iringan do’a dari semua pihak akhirnya berbuah hasil maksimal. SMA Negeri 1 Torjun akhirnya mendapat penghargaan  Sekolah Adiwiyata Tingkat SMA. Satu-satunya sekolah tingkat SMA se Madura yang meraih pengharagaan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional. Congratulation…! Beginalah sapaan kegembiran yang tak henti-hentinya dari semua pihak kepada warga sekolah SMATOR atas keberhasilannya.

Mengapa SMATOR jadi Sekolah Adiwiyata ?

Lingkungan yang bersih dan sehat tentunya menjadi dambaan institusi pendidikan kapanpun dan dimanapun. Lingkungan  sekolah yang bersih dan sehat juga mencerminkan keberadaan warga sekolah yang ada mulai dari siswa , guru,  staf, karyawan, unsur pimpinan sekolah bahkan sampai orang tua siswa.  Sangatlah tepat , himbaun yang mengatakan bahwa tanggung jawab penciptaan lingkungan yang bersih dan sehat merupakan kewajiban dan tangggungjawab bersama. Bagi SMATOR hal ini telah benar-benar dibuktikan melalui kerjasama yang terprogram dengan baik antara pihak sekolah, pihak orang tua, serta instansi terkait.  Pembelajaran dilakukan secara active learning dan  joyfull  learning di luar kelas. Dengan kegiatan diluar kelas,  siswa diharapkan memiliki kualitas keimanan yang meningkat, akhlaq mulia, kesadaran lingkungan yang terwujud melalui perilaku ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas hidup. Nilai-nilai ini diharapkan akan t erbentuk melalui pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup yang terintegrasi  ke semua mata pelajajan.  Pendidikan ini merupakan sistem pembelajaran yang menjadikan alam dan lingkungan sekitarnya sebagai media dengan tema-tema alam dan lingkungan.

Pembelajaran yang mengintegrasikan tema lingkungan merupakan suatu proses yang disengaja dan berkesinambungan dalam mengembangkan fitrah dan fungsi manusia dengan pendekatan guru sebagai Uswatun Hasanah, maka salah satu pendekatan yang digunakan memberikan pengajaran leaning by doing yang mengkondisikan siswa pada alam sekitar dan kehidupan nyata, dengan suasana menyenangkan untuk mengembangkan kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ) dan Kecerdasan Spiritual (SQ)  untuk mempersiapkan anak menjadi kholifatul fil ardh.

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)

         Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) merupakan upaya untuk mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat  yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan. Semua itu pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan generasi sekarang dan yang akan datang.

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) secara khusus memiliki 5 tujuan.  Pertama, Kesadaran. Ini untuk membantu peserta didik memperoleh sebuah kesadaran dan kepekaan terhadap  lingkungan dan berbagai permasalahannya, membangun kemampuan untuk merasakan dan membedakan diantara stimulus, mengulah, menyaring dan memperluas pandangan-pandangan dan menggunakan dalam berbagai   konteks. Kedua, Pengetahuan. Dimaksudkan membantu peserta didik untuk memperoleh sebuah pengertian mendasar tentang bagaimana fungsi lingkungan , bagaimana orang berinteraksi dengan lingkungan, dan  bagimana timbulnya isu-isu dan masalah berkaitan dengan lingkungan dan bagaimana cara penyelesainnya. Ketiga.  Sikap.  Ini untuk membantu peserta didik memperoleh seperangkat  nilai dan perasaan-perasaan kepedulaian, motivasi dan komitmen terhadap lingkungan. Keempat, Keterampilan. Membantu peserta didik memperoleh keterampilan yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan menyelidiki permasalahan lingkungan dan berkontribusi untuk pemecahan masalah tersebut. Kelima,  Partisipasi.  Dimaksudkan  untuk membantu peserta didik memperoleh pengalaman dalam menggunakan pengetahuan yang mereka peroleh dan keterrampilan dalam pengambilan keputusan, tindakan-tindakan positif yang mengarah pada pemecahan isu-isu dan permasalah lingkungan.

Pendidikan Lingkungan Hidup PLH) dan peranannya dalam membentuk manusia yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan adalah suatu keniscayaan, Dalam pengertian  Pendidikan Lingkungan Hidup PLH)  terdapat unsur pendidikan. Sementara  pendidikan memiliki pengertian suatu proses yang dapat mengubah perilaku seseorang untuk lebih bersikap dan memiliki tata laku dan berakhlak dan cerdas melalui upaya pengajaran dan latihan. Dalam konteks ini, memiliki sikap dan tata laku yang berakhlak dan cerdas dalam memanfaatkan dan mengelola lingkungan.

Bagaimana membentuk pribadi yang sadar dan peduli lingkungan bagi Peserta Didik di Sekolah Adiwiyata  ?

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang terintegrasi ke semua mata pelajaran di SMATOR sebagai sekolah adiwiyata dapat dikategorikan sebagai pendidikan karakter karena memiliki sasaran untuk membentuk individu yang memiliki pengetahuan, pemahaman. sikap, nilai, keterampilan dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Pendidikan karakter membutuhkan intervensi dan habituasi agar efektif menghasilkan peserta didik yang tak hanya cerdas , tetapi berperilaku santun terhadap lingkungan dengan cara mengimplementasikan rasa cinta dan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, hemat energy dan air dsb. Sedangkan habituasi atau pembiasaan perlu dilakukan secara berkesinambungan dan konsisten.

Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) merupakan merupakan salah satu cara untuk mencetak manusia pada umumnya dan generasi muda khususnya untuk lebih peduli dan mencintai alam. Dengan penanaman  nilai-nilai cinta lingkungan/pola hidup untuk bersih dan sehat  sejak dini diharapkan nantinya sudah merupakan kebiasaan-kebiasaan yang tidak asing lagi untuk dillakukan baik dilingkungan sekolah, di rumah maupun di masyarakat.   (by:  Drs. Mursid_Smator)

Kita adalah bagian dari alam dimanapun kita tinggal. Sejak lahir, kehidupan manusia tak terlepas dari alam sebagai penyuplai kebutuhan. Betapa baiknya alam  telah menyediakan segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia, mulai udara yang sejuk, sinar matahari, air, buah-buahan, sampai hasil tambang. Namun, alam memiliki keterbatasan untuk dimanfaatkan terus oleh manusia. Sama seperti manusia, alam memiliki umur, maka manfatkanlah alam dengan bijak dan hati-hati.