Oleh : Moh. Tofan Hanib, S.Pd *)
Memasuki tahun ajaran baru yaitu tahun 2011 – 2012 di SMA Negeri Torjun, memiliki nuansa yang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, SMAN 1 Torjun berpredikat sebagai sekolah Adiwiyata (Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan) dan Sekolah Lingkungan Sehat Tahun 2011, dan sebagai konsekuensinya, pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru baik didalam kelas maupun diluar kelas harus mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan hidup. selain itu, ada kecenderungan guru-guru mulai menampakkan geliat dalam upaya mengembangkan profesionalismenya khususnya dalam hal pembelajaran yang berbasis IT. Hal ini sangat positif dalam pengembangan SMAN 1 Torjun sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN). Tentunya semua ini harus juga didukung dengan manajemen sekolah yang baik, motivasi dan keinginan yang tinggi dari guru dan siswa dalam mengembangkan kompetensinya.
Dalam usia yang sudah mencapai 25 tahun SMAN 1 Torjun seharusnya sudah bisa sejajar dengan sekolah-sekolah maju lainnya. Berkaitan dengan hal tersebut perlu dilakukan revitalisasi pembelajaran dan merubah paradigma pembelajaran lama yang cenderung konvensional kearah pembelajaran yang berbasis PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif Kreatif, Efektif dan Mennyenangkan) dengan didukung sarana IT yang memadai.
Dari sudut guru, sebagai seorang guru profesional yang memiliki tanggung jawab moril terhadap anak didik dalam mengembangan tugasnya tidak boleh lepas dari koridor “Kode Etik Guru” dan empat kompetensi guru (peadogogik, profesional, sosial, kepribadian) yang selalu dipegang teguh dan dilaksanakan dengan baik.
Dari sudut siswa, seorang siswa harus memiiki tanggung jawab untuk terlibat aktif dalam pembelajaran, menciptakan iklim belajar yang kompetitif dan selalu meningkatkan prestasi. Prestasi yang dimunculkan baik secara akademik seperti lomba-lomba OSN, karya tulis, debat, cerdas cermat, dll maupun non akademik dalam bidang olaharaga dan seni. Untuk menciptakan kultur
sekolah dengan siswa segudang prestasi diperlukan komitmen yang
kuat dari stakeholder yang terkait seperti kepala sekolah, guru dan siswa khususnya.
Dalam artikel ini, penulis memberikan prinsip-prinsip dalam belajar kepada siswa agar pembelajaran yang dilakukan lebih efektif dan bisa meningkatkan prestasi khususnya untuk para siswa baru kelas X yang masih dalam proses adaptasi belajar dan bergaul dengan kondisi lingkungan yang berbeda sebelumnya. Prinsip-prinsip belajar yang perlu dilakukan antara lain :
- 1. Ciptakan suasana yang kondusif dalam belajar
Dalam menciptakan suasana yang kondusif untuk merangsang dorongan berprestasi belajar adalah perlu diperhitungkan unsur perasaan. Karena unsur perasaan lebih dominan dan melatarbelakangi segala aktivitas seseorang. Segala sesuatu yang dilakukan dengan gembira (senang hati), tentunya akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Kekecewaan atau unsur tertekan bersifat melembekkan atau melemahkan.
Suatu aktivitas yang dilaksanakan karena ada tekanan atau kekecewaan, tentunya akan menghasilkan sesuatu yang mengecewakan atau ketidakpuasan atau mutu yang rendah. Oleh karena itu, suasana gembira harus senantiasa terpelihara dapat belajar dengan baik dan memunculkan gagasan-gagasan yang brilian.
2. Mengembangkan jiwa kompetitif
Untuk memacu dorongan berprestasi yang baik perlu dikembangkan suasana kompetetif yang sehat dan konstruktif diarahkan menjadi dirinya sendiri. Disadarkan dirinya punya potensi yang siap untuk dikembangkan. Kemauan atau hasrat harus dibangkitkan, agar dirinya senantiasa merasa tertantang untuk ingin tahu segala-galanya dan ingin selalu menonjol lebih dari yang lainnya.
Hal yang perlu kalian ingat, bahwa setiap orang memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk berkembang mengaktualisasikan diri dan yang berhasil adalah yang benar-benar menyadari potensi yang dimilikinya dan mampu mengimplementasikan kemampuannya tersebut pada proses kemajuan dirinya.
Kalian jangan terpaku hanya dengan slogan IQ harus jenius baru bisa jadi orang. IQ itu hanya satu persen saja yang mendorong seseorang berhasil dengan baik dan yang 99 persen adalah kemauan dan kerja keras
untuk mewujudkan impian dan mengetahui cara yang efektif
untuk merealisasikan impian tersebut.
3. Mengembangkan rasa percaya diri
Sumber energi yang membangkitkan dorongan berprestasi dari dalam diri adalah rasa percaya diri. Oleh karena itu, sangat perlu ditumbuhkan atau dibangkitkan keyakinan terhadap kemampuan diri kalian untuk dapat mempelajari berbuat atau melakukan sesuatu. Keyakinan dalam hati akan membuat diri berusaha keras dan mencari cara untuk mewujudkan keyakinannya itu dengan banyak membaca sehingga wawasan pengetahuannya luas.
Selain prinsip belajar yang harus dijalankan, penulis juga memberikan 10 cara atau kiat-kiat dalam belajar yang bisa kalian terapkan, yaitu :
1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal
2. Membaca adalah kunci belajar
3. Mencatat pokok-pokok pelajaran
4. Hapalkan kata-kata kunci
5. Pilih waktu belajar yang tepat
6. Bangun suasana belajar yang nyaman
7. Bentuk Kelompok Belajar
8. Latih sendiri kemampuan kita
9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari
10. Sediakan waktu untuk istirahat
Demikian prinsip-prinsip dan kiat-kiat belajar yang bisa penulis berikan, semoga bisa bermanfaat untuk siswa-siswa SMAN 1 Torjun khususnya dan pembaca pada umumnya dengan harapan SMAN 1 Torjun kedepannya lebih baik dan maju.
*) Penulis adalah Guru Aktif di SMAN 1 Torjun
